Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan

Sumber Inspirasi Iwan Fals

Minggu, 28 Juli 2013 | komentar




Iwan Fals, musisi senior tanah air yang bernama lengkap Virgiawan Listanto. Ia adalah penyanyi beraliran balada dan country yang telah menjadi salah satu legenda hidup tanah air. Melaluli lagunya ia menggambarkan suasana kehidupan sosial di Indonesia mulai dari akhir tahun 1970 sampai sekarang. Kritikan untuk beberapa prilaku sekelompok orang di gambarkan melalui lagu-lagunya seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa dan Bento. Ia juga menunjukkan sikap empati terhadap kaum marginal seperti dalam lagu Siang di Seberang Istana dan Lonteku. Atau bencana-bencana besar yang melanda Indonesia dan seluruh dunia pada umumnya seperti Ethiopia. Semua itu mendominasi lagu-lagu yang diciptakannya.

Lagu-lagu yang diciptakannya seolah menjadi corong bagi rakyat kecil untuk menyuarakan kegelisahannya. Lirik-lirik lagunya selalu menyampaikan keresahan hati orang-orang kecil yang tertindas dengan keritikannya, karena itu tak jarang seorang Iwan Fals harus berurusan dengan aparat di masa lalu.

Menggali sekilas tentang kehidupan dan prestasi lain sang maestro, beliau pernah meraih juara II dalam kompetisi lomba karate tingkat nasional pada tahun 1989, ia pernah masuk pelatnas (Pelatih Nasional) dan menjadi pelatih karate di kampusnya sendiri, Sekolah Tinggi Publisistik (STP). Beliau juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid Olahraga, dan banyak lagi.

Iwan Fals memiliki kharismatik yang sangat besar, ia begitu di puja oleh kaum marginal. Kesederhanaannya yang melekat dalam dirinya menjadi panutan untuk semua penggemarnya yang tersebar di seluruh Nusantara. Bahkan Iwan Fals bersama para penggemar setianya membentuk sebuah yayasan yang dinamakan Yayasan orang Indonesia yang berdiri pada tanggal 16 Agustus 1999, Yayasan Orang Indonesia atau yang lebih di kenal dengan seruan Oi ini dibuat untuk mewadahi semua aktifitas para penggemar Iwan Fals dan pemuda Indonesia secara umumnya.

Hingga sekarang, kelompok-kelompok Oi sangat mudah di temui di seluruh nusantara bahkan hingga ke mancanegara. Dalam proses menciptakan karya-karya lagunya, Iwan Fals mengakui selalu di temani minuman yang menurutnya sangat khas Indonesia. Yaitu "kopi"! Yah.. "Kehadiran kopi tidak pernah absen, jika istri dan anak-anak mendampingi saya berkarya, kopi pun selalu hadir." Ujar bang Iwan kepada salah satu teman media di tengah sebuah acara.

Karena kedekatannya dengan kopi, bapak dari tiga anak ini bahkan membuat sebuah lagu yang berjudul Kopi, Sumber Inspirasiku dalam album terbarunya, Raya.

Penanyi yang akrab di sapa Bang Iwan oleh para penggemarnya ini menerangkan kopi secara filosofi bahwa kopi adalah kebiasaan dan karakter asli orang Indonesia. Kebiasaan ngopi bisa terlihat dari kaum adam yang selalu menyempatkan diri meminum kopi setiap pagi sebelum berangkat kerja. Dulu kebiasaan itu hanya melekat pada lelaki, tapi sekarang wanita dan anak-anak pun sudah meminum kopi.

Maju terus Indonesiaku, maju terus pemuda-pemudi bangsaku, jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu.


Album Baru Iwan Fals Raya - 2013

Sabtu, 27 Juli 2013 | komentar




Raya, album baru Iwan Fals yang baru saja dirilis kemarin (Selasa, 25/06/2013) di Rolling Stone Cafe, Jakarta menjadi obat penawar rindu bagi Oi dan ribuan fans Iwan Fals di seluruh Indonesia.

Nama album barunya pun di ambil dari nama anak bungsu Iwan Fals yang bernama lengkap Raya Rambu Rabbani. Iwan Fals mengakui, iya harus menunggu sampai sepuluh tahun untuk membuat album tersebut, alasannya.

Iya harus menunggu izin dari anaknya sendiri untuk penggunaan namanya sebagai judul salah satu lagu dalam album terbarunya tersebut. "Papah nanya, mau di buatin album buat Raya?? Eh, ternyata sudah di buat papah. Semoga albumnya bisa lebih baik!" Kata Raya kepada media.

Lagu berjudul "Raya" ini mengisahkan tentang kelahiran anak ketiga Bang Iwan, secara garis besar musiknya mirip dengan lagu Galang Rambu Anarki, lagu yang pernah di buatnya untuk anak pertamanya yang telah tiada.

Dalam album Raya ini sendiri terdapat 18 lagu yang terbagi dalam dua disk.

SIDE A:

1. Raya.
2. Aku Ada.
3. Negeri Kaya.
4. Katanya.
5. Kopi Top.
6. Sampah.
7. Tangan Kosong.
8. Cinta Itu.
9. Adalah.

SIDE B:

1. Api Unggun.
2. Gadis Tani.
3. Lekaslah Sembuh.
4. Rekening Gendut.
5. Si Putri dan Si Fulan.
6. Bangsat.
7. Dajal Net.
8. Pelaut
9. Tak Kenal Maka Tak Sayang.


Selamat menikmati Oi.



Bulan Mulia Itu Telah Pergi

Kamis, 06 September 2012 | komentar

dHunter News>>Jum'atan, 06-September-2012

=> Oleh: Ust. Munawwar Khalil

Da'i muda: Munawwar Khalil



Allah mengumpamakan orang yang merugi setelah perginya bulan mulia Ramadhan:

“Seumpama seorang wanita yang bersusah paya memintal benang pada suatu waktu lantas ia sendiri yang melepas pintalannya pada waktu yang lainnya.”


Kepergian bulan suci Ramadhan hendaknya menjadi awal baru untuk langkah kita meningkatkan kualitas taqwa kita, jangan hanya di bulan mulia Ramadhan saja kita berusaha membangun amalan raksasa, lantas semuanya kita tinggalkan seiring Ramadhan itu berlalu.

Pada bulan mulia Ramadhan, kita bersusah paya menjaga shalat jama’ah kita, tilawah Al-Qur’an, menjaga hawa nafsu, emosi dan amarah, menjaga sedeqah. Lantas setelah bulan mulia itu berlalu, berlalu juga semua amalan-amalan yang kita lakukan pada bulan itu, na’udzubillah. Seolah-olah tuhan yang kita sembah pada bulan mulia Ramadhan BERBEDA dengan tuhan yang kita sembah pada bulan yang lainnya!!

Sungguh merugi amalan yang kita bangun dengan susah paya pada bulan mulia Ramadhan yang lantas kita sendiri yang menyia-nyiakan bahkan merusaknya setelah Ramadhan itu pergi. Padahal seharusnya kita lebih meningkatkan semua bentuk amalan kita setelah Ramadhan sebagai bentuk penghargaan kita terhadap bulan mulia yang telah meninggalkan kita dan tak akan pernah kembali itu.

Sebagai bentuk upaya kita untuk melanjutkan perjuangan dalam meningkatkan kualitas taqwa dalam hidup kita.

Peningkatan kualitas taqwa secara berkesinambungan, konsisten, hingga kia dipanggil oleh Allah dalam keadaan berserah diri.

Peritah untuk orang bertaqwa agar mempersiapkan bekal untuk hari esok yaitu hari setelah kematian.

“Berbekallah kalian dan sebaik-baik bekal adalah taqwa"



Sekian, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Diliput langsung oleh: Nadil TheHunter
 
Support : The Hunter | dHunter Blog | The Hunter
Copyright © 2011. dHunter News - All Rights Reserved
Template Created by Nadil TheHunter Published by The Hunter
Proudly powered by Blogger